Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Gua Pindul adalah objek wisata berupa gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Gua Pindul dikenal karena cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing. Panjang gua Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter. Penelusuran gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah dam. Aliran sungai yang berada di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh. Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.
Akan tetapi seperti judul di atas, saya akan menyampaikan konflik Gua Pindul. Media massa selalu menempatkan konflik sebagai isu yang menarik untuk dipublikasikan dan mereka juga memiliki kemampuan untuk membingkai bagaimana cara konflik terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif, bagaimana surat kabar harian lokal yaitu Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja, membingkai peristiwa konflik terkait pengelolaan Gua Pindul, salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta. Untuk membaca secara teliti bagaimana kedua surat kabar lokal ini membingkai konflik, penelitian ini menggunakan teori framing Robert N. Entman dan pendekatan Sosiologi Medianya Reese dan Shoemaker. Hasil penelitian menemukan bahwa kedua surat kabar memiliki pola yang berbeda dalam membingkai isu konflik, terlebih dalam hal penyebab konflik dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Pembingkaian berita konflik Gua Pindul oleh Kedaulatan Rakyat lebih menekankan pada ketidakjelasan regulasi pemerintah sehingga memunculkan konflik yang bersifat vertikal yaitu antara Edi Purwanto sebagai anggota DPRD yang akan mendirikan Taruna Wisata dengan pengelola lama wisata (Dewa Bejo, Wira Wisata, dan Panca Wisata). Sementara itu, Harian Jogja penekanannya lebih pada konflik antara pengelola wisata (konflik horizontal) karena tidak adanya kerjasama diantara mereka. Oleh karena itu, Kedaulatan Rakyat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul proaktif mengatasi masalah ini, sementara itu Harian Jogja lebih menekankan pentingnya deklarasi damai dibandingkan penyelesaian masalah melalui jalur hukum. Proses produksi media atas konflik wisata tidak bebas kepentingan, Kedaulatan Rakyat menerapkan sudut pandang strukturalis dan Harian Jogja dengan sudut pandang liberal. Berita ini saya dapatkan dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/FIS/article/view/13288

Haloooo! Selamat datang lagi di blog aku, kali ini aku ga menulis jurnal perjalanan melainkan mereview vlog dari salah satu youtuber, nama chanel Ibrahim Risyad https://youtu.be/7LRPk925FCM

Saya memilih travelling vlog dari Ibrahim Risyad karena menurut saya cara mengevlog yang dia lakukan benar benar asik, dan yang paling penting mudah dimengerti. Saya akan mereview salah satu vlog dari Ibrahim Risyad yang melakukan liburan ke Singapura bersama pacarnya yaitu dewi paramita. Selama di Singapura Ibrahim dan Dewi memberikan informasi mengenai lokasi yang mereka datangi, menjelaskan secara singkat bagaimana cara seorang turis di Singapura dapat berjalan jalan, mereka melakukan perjalanan yang ingin di tuju dengan berjalan kaki, bila melakukan perjalanan jauh mereka akan naik kereta.
Selama di Singapura Ibrahim dan Dewi melakukan perjalanan pertamanya ke artscience museum, dan museum lainnya. Mereka banyak menghabiskan waktu di Singapura untuk pergi ke museum museum yang ada di negara tersebut

Pengertian Publisitas sendiri merupakan informasi yang berasal dari sumber luar yang digunakan massa karena informasi itu bernilai berita. Di dalam Channel youtube yang saya pilih menurut saya ini termasuk ke dalam bentuk Tie-in Publicity, yang bertujuan untuk menarik para penonton untuk melakukannya juga atau membuat para penonton mempunyai semangat yang tinggi untuk dapat ke tempat tersebut.
Kelebihan dari vlog ini yaitu saya menjadi tau sedikit tentang Singapura sedangkan kekurangan dari vlog ini yaitu yang vloger tidak mencantumkan alamat yang dituju, hanya sekedar diucapkan dan hanya menjelaskan sedikit informasi
Sekian blog dari akuu, kurang lebihnya mohonn maaf, see you!!
Pada hari Senin tanggal 9 Maret 2020 saya dan teman sekelas saya mendapatkan tugas dari guru kejuruan kami untuk melalukan wawancara dan beberapa tugas lainnya. Kelompok saya menentukan tanggal 25 Maret dan 26 Maret 2020 untuk pergi ke temoat yang akan kita datangi. Kelompok saya beranggotakan Adnan, Endah, Iis, Fazu dan saya sendiri. Tetapi karena adanya COVID-19 saya dan teman teman saya tidak mendapatkan izin dari guru maupun orang tua kita. Jadi saya akan menjelaskan perjalanan virtual saja.
Hari pertama
Pada hari Rabu,25 Maret 2020 kami melakukan perjalanan untuk hari pertama, titik kumpul kami halte Cibubur Junction. Saya berangkat pukul 06.10 dan toba di halte CJ jam 06.30. Setelah kumpul semua di CJ kami naik Transjakarta 7C sampai BKN halte Melayu.
Sesampainya kami di halte Melayu kita naik bis tingkat menuju Monas dan sampai. Disana kami melakukan wawancara kepada petugas dan mendokumentasikan untuk bahan presentasi di kelas nanti.

Selesainya kami di Monas lalu menuju Kedutaan Besar Jerman (Embassy of the Feredal Republic of Germany) dengan berjalan kaki.
Berangkat dari Jalan Medan Merdeka Barat
Belok kiri menuju Jalan MH Thamrin
Lanjut langsung dari Transjakarta Busway Koridor 1 (Kota-Blok M)
Belok sedikit ke kanan pada Jalan Jend. Sudirman
Icon Jakarta yang dilihat, yaitu :
Patung MH Thamrin
Tugu Jam MH Thamrin
Monumen Selamat Datang
Patung Arjuna Wijaya




Sesampainya disana kami langsung mewawancarai petugas dan menanyakan tentang cara pembuatan visa, dan meminta izin mendokumentasikan dan memvidieokan tempat tersebut.

Setelah dari KeduBes RF Jerman kami melanjutkan perjalanan untuk menuju ke KeduBes Malaysia dengan naik Transjakarta.
Awalnya kami jalan kaki terlebih dahulu untuk menuju halte Tosari ICBC selama 3 menit
Setelah sampai kami langsung naik Busway tersebut menuju halte Mampang Prapatan untuk transit
Lalu naik kembali Busway yang menuju Departemen Kesehatan
Setelah sampai kami turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki selama 4 menit (300 m) untuk menuju KeduBes Malaysia.
Untuk jalanan yang kami lewati yaitu :
Jalan Jendral Sudirman
Jalan Gatot Subroto
Jalan Mampang Prpt. Raya
Jl. H. R. Rasuna Said
Icon Jakarta yang dilihat:
Ciliwung River
Kali Krunkut
Wisma BNI 46

Sesampainya disana kami langsung mewawancarai petugas dan menanyakan tentang cara pembuatan visa, dan meminta izin mendokumentasikan dan memvidieokan tempat tersebut.
Setelah selesai kami pun pulang naik Transjakarta dari halte Departemen Kesehatan ke Cibubur Junction.
Kami naik Transjakarta dari halte departemen Kesehatan
Sampai di halte Kuningan Timur kami turun dan berjalan kaki sealama 3 menit (260 m) untuk menuju halte Kuningan Barat
Di halte Kungingan Barat kami naik Trasnjakarta menuju arah halte BKN yang melewati 8 perhentian (17 mnt)
Sampai di halte BKN kami turun lalu naik Transjakarta yang menuju arah Cibubur Junction.
Setelah sampai kami turun dan langsung mengambil kendaraan motor yang kami taro di Taman Wiladatika lalu kami berpamitan satu sama lain. Setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing.
Hari kedua
Pada hari Kamis, 26 Maret 2020 kami melanjutkan perjalanan kami yang belum selesai, sebelumnya kami menentukan titik kumpul sebelum berangkat, dikarenakan jarak rumah kami bisa dibilang jauh, yaitu di halte Cibubur Junction. Saya berangkat dari rumah pukul 06.05 menuju Cibubur Junction sampai pada pukul 06.25 . Setelah kumpul semua kami naik Transjakarta untuk sampai ke Stasiun MRT Istora Mandiri.
Naik Transjakarta (K56 Elf) berangkat dari Cibubur Junction menuju halte Cawang UKI lalu turun dan jalan kaki menuju halte Cawang UKI 2
Dari Cawang UKI 2 naik Trasjakarta lagi menuju ke Halte Gelora Bung Karno
Setelah sampai turun dan jalan kaki menuju Stasiun MRT Istora selama 1 mnt (80 m)
Dan biayanya Rp 11. 500
Jalanan yang dilewati :
Jl. Tol Jagorawi
Jl. Mayjen Sutoyo
Jl. Letjen M. T. Haryono
Jl. Gatot Subroto
Jl. Jend. Sudirman
Icon Jakarta yang dilihat :
Monument Patung Dirgantara
Gelora Bung Karno


Setelah sampai di Stasiun MRT Istora kami langsung mewawancarai petugas dan menanyakan tentang bagaimana cara bisa naik MRT tersebut dan berapa harganya dan meminta izin mendokumentasikan dan memvidieokan tempat tersebut.
Setelah selesai kami langsung naik MRT dari Stasiun Istora menuju Stasiun Blok M dengan harga Rp 23.000 (Rp 15.000 untuk kartu dan Rp 7.000 untuk sekali perjalanan).
Setelah sampai di Stasiun MRT Blok M kami langsung menuju ke Cibubur Junction untuk menyelesaikan tugas yang lainnya.
Kami jalan kaki sekitar 550 m untuk sampai ke halte Blok M, platform 1 lalu naik Transjakarta 4K
Sampai di halte BNN kami turun dan naik kembali transjakarta 5C
Lalu sampai di halte BKN kami transit untuk tujuan halte CJ.
Setelah sampai halte CJ akhirnya kami berpisah untuk sampai ke rumah masing masing.
Terimakasih
Pada hari Sabtu, 8 Febuari 2020. Saya bersama kelompok saya yang beranggotakan Ai hamidah, Endah Sari, Nayla Ayu, Najwa Suci, dan Rika Amelia melakukan kunjungan ke TMII untuk melakukan wawancara tentang anjungan Sumatra Barat, anjungan DKI Jakarta, dan Museum Keprajuritan Indonesia.

Pukul 09.00 saya dan beberapa anggota kelompok saya berangkat bersama sama menggunakan mobil online dan sebagian anggota kelompok saya pergi menggunakan TransJakarta. Pukul 10.00 saya sampai di TMII, masuk TMII dikenakan harga 20.000 ribu untuk satu orangnya, lalu saya dan teman teman saya masuk kedalam TMII untuk menemui teman saya yang sudah lebih dulu datang.
Setelah bertemu dengan temen kami yang didalam, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dulu di semacam seperti gazebo sebentar sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencari anjungan dan Museum yang ditugaskan. Setelah istirahat, ketika kami ingin melanjutkan perjalanan kami, kami ditawarkan dengan bapak bapak untuk menyewa sepeda kembar 3 saja dengan harga 30.000 ribu, akhirnya tanpa pikir panjang kami pun menyewa 2 sepeda karena anggota kami beranggotakan 6 orang.
Akhirnya kami mengambil sepeda ditempat penyewaan sepeda. Karena bingung akan pergi ke anjungan mana saja, akhirnya kelompok saya hanya mengelilingi TMII dan kembali lagi ketempat awal kita bertemu. Akhirnya kami mengkonfirmasikan kembali kepada guru kami kelompok kita akan datang ke anjungan mana saja. Ternyata kelompok saya pergi ke anjungan Sumatra Barat dan DKI Jakarta. Setelah melihat peta TMII kami memutuskan untuk pergi ke anjungan Sumatra Barat terlebih dahulu

Ketika sudah sampai di anjungan Sumatra Barat, kami memutuskan untuk tidak langsung masuk karena kami sangat kelelahan, akhirnya kami duduk dan membeli air dingin untuk diminum bersama. Setelah selesai minum, kami memutuskan untuk masuk ke dalam anjungan Sumatra Barat dan meminta izin kepada pengelola anjungan tersebut untuk kami mendokumentasikan dan mewawancarainya tetapi pihak pengelola tersebut bilang bahwa mereka tidak menerima untuk diwawancarai ketika hari Sabtu, jadi mereka hanya memberikan kepada kami buku lengkap tentang sejarah apa saja yang ada didalam anjungan Sumatra Barat.

Anjungan Sumatra Barat ini memiliki sembilan ruang yang ditandai oleh jajaran tiang di tengahnya sebagai tanda pembatas karena tidak memiliki bilik. Rumah ini difungsikan sebagai ruang peragaan dan pameran. Benda-benda yang dipamerkan berupa pelaminan, barang hasil kerajinan, alat pertanian, alat musik tradisional di antaranya talempong, genta, kain tenun Silungkang, serta pakaian adat tiap kabupaten yang disajikan dengan peraga manekin. Kolong rumah digunakan untuk penjualan berbagai cenderamata hasil kerajinan tangan, antara lain kain songket Silungkang, pernik-pernik, lukisan, dan aneka busana jadi.

Pada pukul 11.40 kami mengambil sepeda untuk melanjutkan perjalanan mencari anjungan DKI Jakarta, tetapi sudah lama sekali kami tidak menemukannya, dan akhirnya kami behenti sebentar untuk beristirahat, setelah sudah beristirahat kami langsung melanjutkan perjalanan kamu untuk mencari lagi anjungan tersebut, dan akhirnya pun kami menemukan anjungan DKI Jakarta, langsung saja kami masuk dan mengisi buku tamu, lalu kami meminta izin untuk mewawancarai pengelola tersebut dan akhirnya kami di izinkan mewawancarainya, Di sana kami di jelaskan secara detail tentang isi anjungan DKI Jakarta dan kami di beri brosur, peta, dan stiker, tidak lupa kami berfoto bersama dan langsung di cetak di sana.

Anjungan DKI didirikan di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Diresmikan pada tanggal 21 Agustus 1974 oleh Bapak Ali Sadikin mantan Gubernur DKI Jakarta, Anjungan ini menempati wilayah seluas 6.800 meter. Dengan didirikannya gedung Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah ini, diharapkan masyarakat mendapatkan suatu sarana informasi yang lengkap mengenai perkembangan budaya Betawi dan kota DKI Jakarta. Informasi yang dihadirkan sendiri meliputi tahapan pengembangan serta pembangunan kota, bentuk pemerintahan, serta keadaan masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta semenjak zaman Kerajaan Pajajaran, zaman Kolonial Belanda, sampai kepada zaman kemerdekaan di akhir abad ke-20.
Pada pukul 12.40 Setelah dari anjungan DKI Jakarta kami merasa lelah dan lapar, jadi kami memutuskan berhenti terlebih dahulu di suatu tempat untuk makan, sebelum makan kami membeli minum di warung yang berada di sana, karena kelompok kami tidak semua membawa bekal jadi kami makan bersama sama.
Setelah 30 menit kami beristirahat, kami melanjutkan perjalanan untuk mencari museum keprajuritan Indonesia. Awalnya kami kira museum tersebut tutup tenyata kami salah pintu masuk, setelah kami menemukan pintu masuk yang sebenarnya kami langsung membeli tiket seharga 2.500 perorang, lalu kami masuk ke museum tersebut untuk mencari tahu sejarah dan jadwal buka – tutup museum tersebut, setelah dari sana kami langsung keluar dan menghampiri sang pengelola untuk di wawancarai.

Museum Keprajuritan Indonesia adalah bangunan berbentuk segi lima dikelilingi air laksana sebuah benteng pertahanan. Perairan sekeliling benteng ini menggambarkan Negara kepulauan dengan doktrin Wawasan Nusantara. Museum ini dibangun diatas lahan 4,5 ha dengan luas bangunan 7.545 m2 dan diresmikan pada tanggal 5 Juli 1987 oleh Presiden Soeharto.
Setelah selesai mewawancari kami langsung mengembalikan sepeda yang tadi kami sewa, ternyata kami telat 2 jam mengembalikannya, karena kami tidak tahu bahwa menyewa sepeda tersebut 30.000 perjam. Lalu kami meminta maaf kepada orang yang menyewakan sepeda tersebut lalu kami di beri keringanan untuk membayar setengahnya saja. Setelah itu kami langsung menuju luar taman mini untuk memesan angkutan online, setelah beberapa lama kami menunggu akhirnya angkutan tersebut datang tanpa berfikir panjang kami langsung naik. Setelah satu jam kami di dalam mobil dan akhirnya saya sampai juga di rumah.
Pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019,saya bersama teman kelas X UPW dan XII UPW SMKN 14 Bekasi melakukan kunjungan ke kota tua untuk mewawancarai pengunjung dari luar negeri maupun dalam negeri.Pukul 05.55 saya berangkat dari rumah menuju halte Transjakarta Cibubur junction dan pukul 06.10 saya tiba di Cibubur junction berkumpul bersama teman-teman sekalian menunggu teman yang belum datang. Pukul 06.30 kami berkumpul di halte Transjakarta cibubur junction lalu kakak kelas XII meminta uang tiket untuk Transjakarta Rp.3500,- Setelah semua berkumpul akhirnya kita baris untuk menaiki Transjakarta.Pukul 07.02 kami naik Transjakarta menuju halte BKN,Pukul 07.08 kami pun jalan. Pukul 07.25 kami tiba di halte BKN lalu pukul 07.36 kami menaiki Transjakarta tujuan harmoni,pukul 08.35 kami sampai di harmoni. Dari halte harmoni kami transit lagi menuju kota,pukul 08.40 kami menaiki Transjakarta tujuan ke kota tidak memakan waktu banyak pukul 08.51 kami sudah sampai di halte kota. Dari halte kota kami berjalan kaki menempuh waktu ±15menit menuju kota tua,pukul 09.10 akhirnya kami semua sampai di kota tua
sampai di kota tua kami briefing ±15menit sekalian menunggu rombongan dari halte pinang ranti,guru saya menjelaskan kembali tugas-tugas yang akan kami kerjakan dan memberikan waktu hingga jam 10.30 untuk saya dan teman-teman sekelas saya mewawancarai wisatawan dari luar negeri maupun dalam negeri,setelah selesai menjelaskan akhirnya kami berkumpul dengan kelompok masing-masing untuk mulai mengerjakan tugas yang diberikan.
(Wisatawan domestik)

(Wisatawan mancanegara)
Akhirnya setelah tugas mewawancarai kami selesai,kami semua berkumpul kembali tepat jam 10.30 setelah semua sudah berkumpul guru kami kembali memberikan tugas untuk mencari tahu tentang sejarah museum-museum yang ada di kota tua,kebetulan kelompok saya mendapatkan tugas sejarah Museum Bank Mandiri.
Setelah kelompok saya selesai berkeliling dan sudah mendapatkan informasi tentang sejarah Museum Bank Mandiri akhirnya kelompok saya kembali lagi ke dalam kota tua dan berkumpul pada kelompok lainnya. Akhirnya setelah semua kumpul kami berfoto-foto sebelum meninggalkan kota tua
Pukul 11.52 kami menuju ke Perpustakaan Nasional menggunakan bus tingkat di Jakarta,karna bus tingkat tersebut terbatas jumlah penumpangnya,akhirnya kami terpisah menjadi 2,kebetulan saya menaiki bus tingkat yang pertama. Pukul 12.30 akhirnya kami tiba di halte Monas 2,kami duduk sekalian menunggu bus kedua tiba,akhirnya setelah menunggu,d atang juga rombongan bis tingkat ke dua.Pukul 12.45 kami berjalan menuju Perpustakaan Nasional,setelah sampai di perpustakaan nasional guru kami memberikan arahan bahwa pukul 14.00 kami harus kembali berkumpul dalam keadaan sudah makan dll. Lalu setelah selesai memberikan arahan kami sempatkan untuk berfoto bersama
Setelah selesai foto-foto akhirnya kami semua masuk kedalam gedung,lalu saya pergi membuat kartu perpustakaan dengan cara mengisi data data yang tersedia,setelah pembuatan kartu selesai saya bersama teman-teman saya berjalan mengelilingi perpustakaan,setelah selesai berkeliling saya dan teman-teman memutuskan untuk makan,saya dan teman-teman makan dilantai dasar menikmati angin yang sangat menyejukkan saat itu,setelah selesai makan karena bingung ingin kemana akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk duduk saja ditempat itu,saat sedang duduk-duduk akhirnya kami dipanggil untuk berkumpul kembali dengan yang lain dan melakukan persiapan untuk pulang.Pukul 14:45 kami keluar dari perpustakaan nasional dan membagi menjadi dua bagian,sebagian siswa pulang menuju halte Transjakarta pinang ranti dan sebagian pulang menuju halte Transjakarta cibubur junction. Pukul 15:06 kami menuju halte harmoni dari halte Monas 2, pukul 15.20 kami sampai di halte harmoni,setelah sampai di halte harmoni karena sedang ramai akhirnya kami terbagi menjadi dua. Pukul 16.36 kami sampai di halte BKN untuk transit yang terakhir dan menuju halte cibubur junction,pukul 17.30 saya dan yang lain tiba di halte cibubur junction.Pukul 18.05 saya sampai dirumah dengan selamat.
Terimakasih
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.